Banjir bandang akhir 2025 di Aceh, Sumut, dan Sumbar rusak 90.000 ha sawah padi, ancam swasembada pangan nasional. Akademi Pertanian HKTI Banyumas (APHTI) siap jawab tantangan dengan teknologi rakit apung—petani tetap panen meski air naik setinggi apa pun!
Banjir Sumatra: Ancaman Gagal Panen Massal
Bencana hidrometeorologi sejak November 2025 lumpuhkan ribuan ha lahan pertanian, termasuk 11.000 ha sawah rusak total di Aceh. Kementan salurkan bantuan Rp75 miliar berupa benih, pupuk, dan alsintan, plus stok beras cadangan 3,39 juta ton aman nasional. Namun, risiko krisis berlanjut tanpa inovasi cepat—petani butuh solusi anti-banjir sekarang!
Teknologi Rakit Apung: Panen di Atas Air!
Bayangkan sawah terapung seperti perahu raksasa: rakit bambu/styrofoam bawa bibit padi mengapung ikuti air banjir, akar tetap kering dan nutrisi optimal. Produktivitas naik 2x/tahun di lahan rawa rawan genangan, ramah lingkungan tanpa pestisida berlebih. Sudah sukses di Jateng dan Sumsel—siap replikasi Sumatra!
APHTI Banyumas: Pusat Inovasi Anti-Bencana
APHTI fokus riset pupuk organik, rekayasa lahan, dan pertanian digital—cocok adaptasi rakit apung untuk Banyumas dan nasional. Mahasiswa praktik langsung kolaborasi petani, ciptakan “petani muda modern” via program Muda Tani lokal. Bergabunglah: pelatihan gratis tingkatkan hasil panenmu 30%!
Yuk, Wujudkan Pertanian Tangguh Bersama!
Dari banjir ke berkah: rakit apung + APHTI = swasembada anti-bencana. Share pengalamanmu di komentar, daftar pelatihan sekarang!


Leave a Reply