Indonesia menghadapi darurat pangan serius di 2025, dengan lahan pertanian menyusut 50.000 hektare akibat alih fungsi ke perumahan dan industri, sementara regenerasi petani menurun drastis karena minimnya minat generasi muda. Perubahan iklim ekstrem memperburuk krisis air dan ketahanan pangan, memaksa pemerintah alokasikan Rp155,5 triliun untuk stabilisasi harga, namun distribusi tidak efisien membuat petani kecil tetap miskin dan produksi terancam.
Tantangan Struktural Pertanian Saat Ini
Petani menghadapi biaya produksi tinggi, risiko gagal panen, dan ketergantungan rantai pasok dikuasai korporasi besar, yang menyebabkan harga melambung dan gizi masyarakat terancam. Kurangnya akses teknologi membuat petani kecil kesulitan bersaing, sementara urbanisasi cepat hilangkan lahan produktif, ancam swasembada pangan nasional.
Alih fungsi lahan: 50.000 ha hilang per tahun, tekan produksi beras dan hortikultura.
Regenerasi petani: Generasi Z enggan bertani karena dianggap kuno dan tidak menguntungkan.
Iklim ekstrem: Krisis air kurangi hasil panen hingga 30% di daerah rawan.
Peran APHTI Banyumas dalam Revolusi Pertanian Cerdas
Akademi Pertanian HKTI Banyumas jawab krisis ini melalui kurikulum vokasi berbasis praktik lapangan dan teknologi modern seperti drone pemantau lahan, irigasi pintar IoT, serta AI prediksi cuaca. Fokus inovasi pupuk organik, rekayasa lahan, dan pertanian digital siapkan lulusan adaptif untuk tingkatkan produktivitas petani mitra hingga signifikan.
Kemitraan dengan UMKM, pemerintah, dan petani lokal dorong pengabdian masyarakat, ubah mahasiswa jadi wirausaha agribisnis yang atasi kemiskinan petani. Alumni seperti Siti Rahmawati sukses terapkan bisnis pertanian teknologi, bukti nyata solusi regenerasi petani muda.
| Tantangan | Solusi APHTI Banyumas |
| Alih fungsi lahan | Riset rekayasa lahan berkelanjutan |
| Kurang regenerasi | Pelatihan vokasi siap kerja untuk Gen Z |
| Krisis air & iklim | Irigasi pintar dan drone monitoring |
| Distribusi buruk | Platform digital prediksi harga pasar |
Dengan pendekatan ini, APHTI Banyumas bangun pertanian mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing global, wujudkan Indonesia bebas krisis pangan


Leave a Reply