APHTI Banyumas Mencetak Perwira Hospitality yang Menguasai Manajemen Krisis dan CHSE

Pasca-pandemi, prioritas wisatawan telah bergeser. Kenyamanan dan keramahan saja tidak cukup; Keamanan, Kesehatan, dan Kebersihan Lingkungan (Safety, Health, and Environment/SHE) menjadi faktor penentu utama dalam memilih destinasi wisata dan akomodasi. Permasalahan hari ini adalah: Banyak venue pariwisata di daerah yang belum memiliki standar dan protokol Crisis Management (Manajemen Krisis) serta CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) yang teruji dan terstandar internasional.

Akademi Perhotelan dan Pariwisata (APHTI) Banyumas menyadari bahwa lulusan kami harus menjadi agen perubahan yang menjamin keamanan. Kami berkomitmen menghasilkan Perwira Hospitality yang terlatih dalam Manajemen Risiko dan Protokol CHSE terketat, siap memulihkan kepercayaan wisatawan, dan memastikan bahwa Banyumas serta Jawa Tengah menjadi destinasi yang paling aman untuk dikunjungi.


Tiga Kompetensi Kunci APHTI dalam Crisis Management dan CHSE

APHTI Banyumas mengintegrasikan pelatihan risiko dan keselamatan sebagai bagian integral dari service excellence:

1. Implementasi Protokol CHSE Bersertifikasi

Setiap sentuhan, mulai dari front office hingga kamar, harus menjamin kebersihan dan kesehatan.

  • Audit dan Standarisasi Kebersihan: Mahasiswa dilatih melakukan Audit Kebersihan (Cleanliness Audit) yang mendalam di setiap area publik dan privat hotel, memastikan implementasi protokol sanitasi kelas dunia, yang sangat penting untuk mendapatkan Sertifikasi CHSE dari Kemenparekraf.
  • Protokol Health Emergency: Lulusan dibekali skill dalam menyusun Protokol Tanggap Darurat Kesehatan (Emergency Health Protocol), termasuk penanganan tamu yang sakit mendadak, isolasi, dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat (Puskesmas/Rumah Sakit).

2. Kesiapsiagaan dan Komunikasi Manajemen Krisis

Bencana (alam atau non-alam) dapat terjadi kapan saja. Kesiapsiagaan adalah kunci.

  • Perencanaan Kontinjensi Bencana: Mahasiswa dilatih merancang Rencana Kontinjensi (Contingency Plan) spesifik untuk hotel dan destinasi wisata (misalnya, prosedur evakuasi saat gempa atau banjir, yang relevan dengan kondisi Jawa Tengah).
  • Crisis Communication (Komunikasi Krisis): Lulusan dibekali skill komunikasi untuk mengelola informasi saat krisis. Ini mencakup cara memberikan pernyataan yang menenangkan dan transparan kepada media, stakeholder, dan tamu, serta memitigasi panic selling atau berita palsu (hoax) yang merusak citra destinasi.

3. Environment Sustainability sebagai Bagian dari Keselamatan

Aspek lingkungan (Environment Sustainability) diintegrasikan sebagai bagian dari standar kesehatan dan keamanan jangka panjang.

  • Manajemen Limbah Berbahaya: Lulusan memahami cara mengelola limbah medis (seperti masker atau sarung tangan bekas) dan limbah beracun lainnya dengan aman dan sesuai regulasi lingkungan.
  • Keberlanjutan Energi dan Air: Mampu merancang operasional hotel yang hemat energi dan air, yang secara tidak langsung juga meningkatkan keamanan operasional dan mengurangi risiko kesehatan lingkungan.

Penutup: APHTI Banyumas, Menjamin Pengalaman Wisata yang Aman dan Memuaskan

Memilih APHTI Banyumas berarti memilih karir di mana Anda menjadi pilar keamanan dan kepercayaan. Lulusan kami siap menjadi profesional yang tidak hanya ramah dan terampil, tetapi juga andal dalam manajemen risiko, memastikan setiap tamu dapat menikmati pengalaman di Banyumas dengan pikiran yang tenang dan aman.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *