Pasca-pandemi, industri perhotelan global menghadapi masalah yang lebih dalam daripada sekadar fluktuasi okupansi: Kekurangan tenaga kerja dengan etika kerja yang kuat, disiplin, dan komitmen jangka panjang. Banyak hotel dan restoran melaporkan kesulitan mempertahankan karyawan yang memiliki sense of ownership dan integritas tinggi. Di sektor jasa, etika kerja (work ethics) adalah fondasi yang membedakan bisnis yang sukses dan yang gagal.
Akademi Perhotelan dan Pariwisata (APHTI) Banyumas menyadari bahwa pendidikan vokasi saat ini harus berfokus pada pembangunan karakter sekuat pembangunan keterampilan teknis. APHTI bertekad mengatasi krisis ini dengan menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir dalam hard skills (memasak, front office), tetapi juga unggul dalam soft skills, disiplin, dan etika kerja yang tak tertandingi.
Tiga Program APHTI dalam Pembangunan Etika Kerja
APHTI Banyumas mengintegrasikan pembinaan etika dan disiplin langsung ke dalam kurikulum dan budaya akademik:
1. Pembinaan Core Values Disiplin dan Integritas
Work ethics di APHTI ditanamkan melalui sistem dan aturan yang ketat, mereplikasi lingkungan kerja industri yang profesional.
- Pembiasaan Tepat Waktu: Disiplin waktu dalam kuliah dan praktik diajarkan sebagai prasyarat keberhasilan di industri. Keterlambatan dianggap sebagai kegagalan dalam service delivery.
- Standar Penampilan dan Etiket: Mahasiswa dibiasakan dengan standar penampilan dan etiket (grooming) yang sangat tinggi, melatih mereka untuk menghormati diri sendiri, rekan kerja, dan tamu, yang merupakan inti dari profesionalisme.
2. Praktik Berbasis Proyek dengan Accountability Penuh
Mahasiswa diberi tanggung jawab penuh atas proyek dan simulasi operasional, melatih mereka untuk bertanggung jawab atas pekerjaan mereka.
- Teaching Hotel / Simulasi Restoran: Selama praktik di mini-hotel atau restoran kampus, mahasiswa harus bertanggung jawab atas setiap detail pekerjaan, mulai dari inventarisasi bahan baku hingga kepuasan tamu. Kegagalan dalam salah satu tahapan akan memengaruhi hasil keseluruhan, yang menumbuhkan rasa akuntabilitas.
- Manajemen Keluhan (Complaint Handling): Pelatihan intensif menghadapi keluhan tamu yang menantang menuntut kejujuran, kesabaran, dan solusi yang etis, jauh dari sikap defensif atau mencari kambing hitam.
3. Kemitraan Industri Berbasis Penilaian Karakter
APHTI Banyumas menggunakan kemitraan dengan industri untuk menilai karakter mahasiswa secara nyata sebelum mereka lulus.
- Magang dengan Mentor Industri: Program magang wajib tidak hanya menilai keterampilan teknis, tetapi juga menilai kehadiran, inisiatif, kerja tim, dan penanganan tekanan oleh supervisor industri.
- Sertifikasi Soft Skills: Selain sertifikasi kompetensi teknis, APHTI memberikan penekanan pada pengembangan soft skills kepemimpinan dan komunikasi, yang diakui sebagai nilai jual tertinggi oleh mitra hotel dan resort.
Memilih APHTI Banyumas adalah memilih jalan menjadi profesional yang paling dicari oleh industri. Di tengah krisis etika kerja global, lulusan kami tampil menonjol sebagai individu yang disiplin, berintegritas, dan siap berkomitmen pada karir jangka panjang.


Leave a Reply