Tren pariwisata global saat ini beralih dari destinasi massal yang jenuh ke pengalaman yang lebih otentik, berkelanjutan, dan bermakna. Di Jawa Tengah, termasuk Banyumas dan sekitarnya, banyak desa memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi Wisata Berbasis Komunitas (Community-Based Tourism/CBT) yang menawarkan ecotourism dan budaya lokal.
Permasalahan hari ini adalah: Masyarakat lokal memiliki kekayaan budaya dan alam, tetapi seringkali kekurangan skill manajemen, service excellence, dan pemasaran pariwisata yang profesional.
Akademi Perhotelan dan Pariwisata (APHTI) Banyumas menyikapi tantangan ini dengan memperluas fokus pendidikan. Lulusan APHTI tidak hanya disiapkan untuk hotel berbintang, tetapi juga sebagai Konsultan dan Manajer CBT yang mampu memberdayakan masyarakat lokal dan mengemas keaslian daerah menjadi produk pariwisata yang berkualitas global.
Tiga Kompetensi APHTI untuk Pengembangan Pariwisata Lokal
APHTI Banyumas mengintegrasikan Local Wisdom dan Sustainability ke dalam kurikulum Hospitality dan Manajemen Pariwisata:
1. Service Excellence dalam Konteks Budaya Lokal
Standar hospitality APHTI diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di homestay dan desa wisata.
- Pelatihan Homestay Management: Mahasiswa dilatih untuk mengajarkan dan menerapkan standar kebersihan, grooming, dan keramahan profesional kepada pengelola homestay di desa. Ini memastikan pengalaman tamu tetap nyaman tanpa menghilangkan nuansa keaslian rumah penduduk.
- Etika Komunikasi Budaya: Lulusan dibekali pemahaman mendalam tentang budaya dan etika Banyumasan, memastikan interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal berjalan harmonis dan saling menghormati.
2. Pemasaran Digital dan Branding Destinasi CBT
APHTI melatih mahasiswanya untuk menggunakan tools pemasaran modern guna menaikkan profile desa wisata di kancah nasional dan internasional.
- Penyusunan Paket Wisata: Mahasiswa mampu merancang paket wisata tematik yang menarik (misalnya, tracking Gunung Slamet, workshop batik/kerajinan, atau culinary tour masakan khas Banyumas).
- Pemasaran Berbasis Cerita (Storytelling): Lulusan diajarkan bagaimana mengemas narasi (storytelling) di balik sebuah desa, situs sejarah, atau produk lokal (local product) melalui media sosial dan platform booking digital, menarik wisatawan yang mencari pengalaman mendalam.
3. Aspek Keberlanjutan (Sustainability) dan Manajemen Sumber Daya
Pariwisata lokal harus dikelola agar tidak merusak lingkungan dan budaya.
- Edukasi Ecotourism: Lulusan dibekali pengetahuan tentang prinsip ekowisata, memastikan kegiatan pariwisata memberikan dampak ekonomi positif tanpa mengorbankan kelestarian alam dan lingkungan.
- Manajemen Keuangan Komunitas: Mampu membantu BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) mengelola keuangan hasil pariwisata secara transparan dan akuntabel, memastikan manfaat ekonomi dirasakan merata oleh seluruh anggota komunitas.
Memilih APHTI Banyumas berarti memilih karir yang tidak hanya membawa Anda ke hotel-hotel megah, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata dalam menghidupkan ekonomi desa. Lulusan kami adalah jembatan antara standar hospitality modern dan kekayaan budaya lokal, siap mengubah potensi Banyumas menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan.


Leave a Reply