Di dunia perhotelan, peribahasa lama berbunyi: “Tamu mungkin lupa apa yang Anda katakan, tetapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana Anda membuat mereka merasa.” Industri hospitality adalah industri jasa, di mana keunggulan teknis (hard skills) seperti memasak, table manner, atau membuat laporan keuangan, hanya menjadi prasyarat dasar.
Pembeda sesungguhnya terletak pada sikap (attitude) dan keterampilan non-teknis (soft skills). Akademi Perhotelan dan Pariwisata (APHTI) Banyumas menjadikan pembentukan karakter dan soft skills sebagai kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) yang paling penting, memastikan lulusan mereka adalah profesional yang tidak hanya kompeten tetapi juga menyenangkan dan berkarisma.
Tiga Kompetensi Soft Skills Utama yang Ditempa di APHTI Banyumas
APHTI Banyumas mengintegrasikan pembinaan sikap ke dalam setiap mata kuliah praktik dan teori:
1. Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional)
Pekerjaan di hotel dan pariwisata penuh dengan interaksi yang intens dan tak terduga. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain.
- Manajemen Konflik: Mahasiswa dilatih menghadapi keluhan tamu (handling complaint) yang marah dengan tenang, empati, dan menemukan solusi yang memuaskan, mengubah keluhan menjadi loyalitas.
- Ketahanan Stres: Industri perhotelan adalah industri dengan jam kerja tinggi dan tempo cepat. APHTI melatih mahasiswa untuk tetap profesional dan tersenyum, bahkan di bawah tekanan tinggi.
2. Komunikasi Lintas Budaya (Cross-Cultural Communication)
Sebagai pintu gerbang pariwisata, lulusan APHTI akan berinteraksi dengan tamu dari berbagai negara dan latar belakang.
- Bahasa Inggris Profesional: Penguasaan bahasa Inggris (dan bahasa asing lain seperti Jepang atau Mandarin) tidak hanya untuk grammar, tetapi untuk komunikasi percakapan yang efektif, sopan, dan hospitality-focused.
- Pemahaman Etika Global: Mahasiswa diajarkan untuk memahami etiket dan kebiasaan tamu internasional (misalnya, budaya tip atau kebiasaan makan), menghindari kesalahpahaman budaya yang dapat merusak pengalaman tamu.
3. Teamwork dan Leadership dalam Praktik Nyata
Operasional hotel adalah kerja tim yang rumit. Mulai dari Front Office, Housekeeping, hingga Food & Beverage harus sinkron.
- Simulasi Operasional: Melalui praktik simulasi hotel atau mini-hotel, mahasiswa dipaksa bekerja sama lintas departemen, melatih inisiatif, tanggung jawab, dan kemampuan mendelegasikan tugas.
- Sikap Proaktif: Lulusan dibentuk untuk memiliki sikap proaktif—yaitu, mampu mengantisipasi kebutuhan tamu sebelum diminta dan menawarkan bantuan tanpa perlu diperintah. Sikap ini sangat dihargai oleh manajer hotel bintang lima.


Leave a Reply