High-Tech vs High-Touch: Mengapa Skill “Gabungan” di APHTI Banyumas Adalah Masa Depan?

Pernahkah Anda membayangkan menginap di hotel yang semuanya dilayani oleh robot? Check-in pakai face recognition, makanan diantar drone, dan kamar disiapkan oleh sensor otomatis. Keren? Mungkin. Tapi, apakah itu terasa hangat dan berkesan? Belum tentu.

Inilah paradoks dunia kerja saat ini. Di satu sisi, teknologi berkembang sangat cepat. Di sisi lain, dunia rindu akan pelayanan yang tulus dan personal. Di APHTI Banyumas, kita tidak disuruh memilih salah satu. Kita justru diajak untuk menguasai keduanya.

1. Perhotelan Bukan Sekadar “Menyajikan Makanan”

Banyak orang salah kaprah berpikir bahwa perhotelan hanyalah soal merapikan tempat tidur atau membawa piring. Big no! Dunia hospitality modern adalah tentang Psikologi Pelayanan. Bagaimana kita membaca keinginan tamu sebelum mereka mengucapkannya? Itu adalah seni. Di APHTI, Anda belajar menjadi problem solver yang elegan. Saat teknologi sedang error, senyum dan ketangkasan Anda adalah solusinya. Inilah yang disebut High-Touch.

2. Teknologi Informasi Bukan Sekadar “Coding”

Di prodi IT, kita tidak hanya belajar bahasa pemrograman yang kaku. Kita belajar bagaimana teknologi menjadi jembatan untuk mempermudah hidup manusia.

Bayangkan jika Anda adalah seorang ahli IT yang juga paham cara kerja industri pariwisata. Anda bisa menciptakan aplikasi pemesanan yang paling user-friendly, atau mengelola data besar (Big Data) untuk memprediksi tren liburan masa depan. Inilah High-Tech.

3. Mengapa Banyumas Harus Bangga?

Mungkin ada yang bertanya, “Kenapa kuliah di APHTI Banyumas?” Jawabannya sederhana: Relevansi.

Banyumas sedang berkembang menjadi pusat wisata dan bisnis baru. Industri lokal membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya pintar secara teori, tapi juga “siap pakai”.

  • Lulusan Perhotelan kita dibekali pemahaman teknologi digital.
  • Lulusan IT kita dibekali etika komunikasi dan layanan standar internasional.

Menjadi “Manusia yang Tak Tergantikan”

Di era di mana AI bisa menulis kode dan robot bisa menyapu lantai, satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan menjadi manusia yang multidimensi.

Kuliah di APHTI Banyumas bukan hanya tentang mendapatkan ijazah untuk melamar kerja. Ini tentang membentuk mindset seorang profesional yang mampu mengoperasikan teknologi tercanggih, namun tetap memiliki hati yang melayani.


“Kamera tercanggih tidak bisa menangkap momen tanpa fotografer yang peka. Hotel tercanggih tidak bisa memberikan kenyamanan tanpa staf yang peduli.”

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *