Destinasi wisata di Banyumas dan sekitarnya memiliki potensi budaya dan alam yang luar biasa. Namun, di era digital, potensi saja tidak cukup. Permasalahan hari ini adalah: Banyak pelaku hospitality dan pengelola destinasi wisata lokal yang gagal memanfaatkan platform digital secara optimal. Mereka kekurangan profesional yang menguasai seni Pemasaran Digital, mulai dari Content Creation yang menarik hingga Search Engine Optimization (SEO) yang membuat destinasi mudah ditemukan di internet. Akibatnya, keindahan lokal Banyumas seringkali tersembunyi di balik persaingan digital noise dari destinasi yang lebih gencar berpromosi.
Akademi Perhotelan dan Pariwisata (APHTI) Banyumas menyadari bahwa keterampilan Pemasaran Digital adalah kompetensi wajib untuk keberhasilan pariwisata Abad ke-21. Kami berkomitmen menghasilkan Perwira Hospitality yang bukan hanya melayani tamu dengan baik, tetapi juga menjadi Pakar Promosi Digital yang mampu membawa destinasi dan produk pariwisata Banyumas ke layar wisatawan global.
Tiga Kompetensi Utama APHTI dalam Pemasaran Destinasi Digital
APHTI Banyumas mengintegrasikan pelatihan teknologi dan branding ke dalam kurikulum inti:
- Content Creation Berbasis Storytelling Lokal
Konten adalah raja, dan konten yang efektif harus menceritakan kisah lokal yang otentik.
Video dan Fotografi Mobile: Mahasiswa dilatih menggunakan perangkat mobile (smartphone) untuk menghasilkan foto dan video berkualitas profesional yang menarik untuk platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Fokusnya adalah menonjolkan keunikan budaya dan keramahan khas Banyumas.
Naratif Budaya (Storytelling): Lulusan dibekali skill menulis dan membuat narasi yang mengangkat nilai-nilai budaya dan sejarah lokal (misalnya, kisah di balik Gethuk Goreng atau keindahan Curug Cipendok), mengubah produk menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
- Penguasaan Search Engine Optimization (SEO) Pariwisata
Destinasi harus mudah ditemukan ketika wisatawan mencari di mesin pencari.
SEO Lokal dan Regional: Mahasiswa diajarkan cara mengoptimalkan keyword yang relevan dengan pariwisata regional (long-tail keywords) agar hotel, restoran, dan travel agency lokal muncul di posisi teratas hasil pencarian Google (misalnya, “penginapan murah dekat Baturraden” atau “paket wisata kuliner Purwokerto”).
Manajemen Reputasi Online: Lulusan dilatih memantau dan mengelola ulasan online (Google Review, TripAdvisor), serta merespons kritik secara profesional, yang sangat memengaruhi peringkat SEO dan keputusan calon wisatawan.
- Kampanye Digital Advertising dan Analitik Data
Memahami bagaimana mengalokasikan anggaran promosi secara cerdas.
Penggunaan Platform Ads: Mahasiswa diajarkan dasar-dasar menjalankan kampanye iklan berbayar (seperti Google Ads dan Meta Ads) dengan target demografi wisatawan yang sangat spesifik, memaksimalkan Return on Investment (ROI) promosi.
Analisis Data Wisatawan: Lulusan dibekali skill menggunakan Google Analytics dan Social Media Analytics untuk memahami perilaku dan preferensi wisatawan digital, memungkinkan mereka membuat strategi pemasaran yang berbasis data, bukan sekadar intuisi.
Penutup: APHTI Banyumas, Mengemas Potensi Lokal dengan Sentuhan Global
Memilih APHTI Banyumas berarti memilih karir di mana Anda menjadi Juru Bicara Digital bagi pariwisata daerah. Lulusan kami siap memastikan bahwa keindahan, keramahan, dan kekayaan Banyumas tidak lagi menjadi rahasia, melainkan menjadi daya tarik utama yang bersaing di panggung pariwisata global melalui strategi digital yang cerdas dan efektif.


Leave a Reply