Mempersiapkan Pahlawan Zero-Waste untuk Pariwisata Berkelanjutan

Industri pariwisata, baik hotel besar maupun destinasi wisata alam, seringkali meninggalkan dampak lingkungan yang serius, terutama dalam hal pengelolaan sampah plastik dan limbah makanan. Wisatawan, meskipun sadar lingkungan, sering menghasilkan limbah yang masif. Permasalahan hari ini adalah: Banyak pelaku hospitality yang masih menggunakan metode pengelolaan sampah konvensional, gagal mengimplementasikan prinsip Zero-Waste Tourism yang diminta pasar global.

Akademi Perhotelan dan Pariwisata (APHTI) Banyumas menyadari bahwa sustainability (keberlanjutan) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam standar hospitality internasional. Kami berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam service excellence, tetapi juga Pakar Waste Management yang mampu merancang dan menjalankan operasional hotel, restoran, dan destinasi wisata dengan dampak lingkungan minimal.


Tiga Kompetensi Hijau Lulusan APHTI dalam Zero-Waste Tourism

APHTI Banyumas mengintegrasikan praktik green hospitality dan pengelolaan limbah ke dalam kurikulum inti:

1. Food Waste Management dan Komposting Cerdas

Limbah makanan (food waste) adalah salah satu penyumbang terbesar sampah hotel dan restoran.

  • Sistem Inventory Dapur Cerdas: Mahasiswa dilatih menggunakan teknologi dan software untuk memprediksi kebutuhan bahan baku secara akurat, mengurangi pembelian berlebih dan meminimalkan sisa makanan di dapur.
  • Pengolahan Limbah Makanan: Lulusan dibekali skill praktis untuk mengolah sisa makanan menjadi kompos atau pakan ternak (jika relevan), mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai.

2. Implementasi Sistem 3R (Reuse, Reduce, Recycle) di Seluruh Area

Prinsip 3R harus menjadi budaya, bukan sekadar program sementara.

  • Audit Sampah Hotel: Lulusan mampu melakukan audit sampah komprehensif di hotel untuk mengidentifikasi sumber limbah terbesar (misalnya, single-use plastic atau mini toiletries).
  • Solusi Bulk dan Lokal: Mengganti produk kemasan kecil (amenities) dengan sistem bulk atau menggunakan produk handmade yang ramah lingkungan dari UMKM lokal, secara signifikan mengurangi sampah plastik harian.

3. Edukasi Tamu dan Sertifikasi Green Hotel

Profesional hospitality harus menjadi edukator bagi tamu dan penggerak sertifikasi hijau.

  • Kampanye Tamu: Lulusan dididik untuk secara persuasif mengedukasi tamu tentang program green hotel (misalnya, penggunaan kembali handuk) tanpa mengurangi kenyamanan tamu.
  • Standar Sertifikasi: Mahasiswa dibekali pengetahuan tentang standar sertifikasi Green Hotel nasional maupun internasional, dan bagaimana menyiapkan dokumentasi serta operasional yang memenuhi standar keberlanjutan.

Penutup: APHTI Banyumas, Menghasilkan Profit Tanpa Merusak Planet

Memilih APHTI Banyumas berarti memilih karir yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Lulusan kami siap menjadi manajer hospitality yang memahami bahwa bisnis terbaik adalah yang menghasilkan profit sambil menjaga kelestarian alam, menjadikan Banyumas dan Jawa Tengah sebagai percontohan Zero-Waste Tourism.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *