Di masa lalu, sukses seorang petani diukur dari hasil panen yang melimpah. Kini, ukuran sukses telah bergeser: seberapa efektif produk itu sampai ke tangan konsumen dengan nilai jual tertinggi. Perbedaan antara petani tradisional dan Agripreneur modern terletak pada penguasaan rantai pasok, terutama di aspek Pemasaran Digital.
Akademi Pertanian HKTI Banyumas (APHTI Banyumas) menyadari bahwa pendidikan agrobisnis tidak lagi cukup hanya di lahan. Kami menyiapkan lulusan yang mampu membawa produk pertanian Banyumas ke pasar yang lebih luas—yaitu pasar digital.
1. Mengapa Agripreneur Butuh Pemasaran Digital?
Pasar tradisional seringkali dikuasai oleh tengkulak, yang menyebabkan harga jual di tingkat petani rendah. Pemasaran digital menjadi solusi bagi lulusan APHTI untuk:
- Memotong Rantai Pasok: Menjual langsung ke konsumen akhir (Business-to-Consumer) atau ke restoran (Business-to-Business) melalui media sosial dan e-commerce. Ini meningkatkan margin keuntungan hingga 30-50%.
- Membangun Brand Lokal: Produk unik Banyumas, seperti gula kelapa organik atau beras spesialis, dapat dibangun mereknya sendiri (branding) secara profesional di Instagram atau TikTok.
- Memperluas Jangkauan: Tidak hanya melayani pasar lokal di Purwokerto atau Banyumas, tetapi juga menjangkau pembeli di Jakarta, Bandung, bahkan pasar ekspor.
2. Keterampilan Digital yang Diajarkan di APHTI
Kurikulum Agrobisnis di APHTI Banyumas kini mencakup modul-modul praktis yang langsung relevan dengan pemasaran digital:
- Fotografi Produk Pertanian: Mahasiswa dilatih cara mengambil foto produk hasil panen yang menarik dan profesional untuk katalog online.
- Manajemen Media Sosial: Mempelajari cara membuat konten yang edukatif dan persuasif tentang manfaat produk pertanian, serta cara mengelola interaksi dengan konsumen (customer service).
- Penggunaan E-commerce Pertanian: Membiasakan diri menggunakan platform marketplace seperti Tokopedia, Shopee, atau bahkan membuat website toko online sendiri yang khusus menjual produk pertanian lokal.
3. Dari Penanam Menjadi Pengelola Bisnis
Tujuan APHTI Banyumas adalah mengubah paradigma. Lulusan kami adalah pengelola bisnis yang tangkas (entrepreneur) yang menggunakan teknologi sebagai alat bantu, bukan sekadar pelaksana teknis.
- Analisis Data Pasar: Menggunakan alat digital untuk menganalisis tren permintaan konsumen, sehingga produksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar (market-driven farming).
- Jaringan dan Kemitraan Digital: Memanfaatkan platform digital untuk menjalin kemitraan dengan startup pertanian atau logistik lokal.
Bergabung dengan APHTI Banyumas berarti Anda siap menjadi ahli pertanian yang lengkap: mahir mengolah lahan dengan prinsip keberlanjutan, sekaligus cakap menguasai pasar digital.


Leave a Reply