Drone bukan lagi alat mainan sky-high, melainkan senjata rahasia petani Indonesia yang mengubah ladang padi jadi arena high-tech. Di 2025, teknologi ini sedang meledak, hemat waktu hingga 90% dan potong biaya pestisida sambil jaga tanah tetap hijau.
Kisah Sukses di Lapangan
Di Banyuwangi, drone DJI Agras T30 semprot 2 hektar padi hanya dalam 10 menit—bandingkan dengan metode manual yang butuh 8 jam penuh. Petani lokal langsung jatuh cinta karena biaya produksi teriris tajam dan paparan pestisida nol untuk manusia.
Di Kediri, drone tekan serangan hama 30% sejak Januari 2025, semprot lebih dari 25 hektar di Desa Tugu dengan presisi laser-like, ramah lingkungan karena minim kabut kimia.
BRIN bahkan kembangkan drone sprayer khusus bawang merah, efisien waktu dibanding manual dan siap scale-up nasional.
Teknologi di Balik Sayapnya
Aplikasi DJI SmartFarm jadi otaknya: mapping lahan, rute otomatis, dan data real-time via 5G seperti di Lampung Selatan.
Gabung dengan AI, drone prediksi hama atau kekeringan sebelum bencana datang, integrasi IoT sensor tanah bikin irigasi pintar—semua dukung pertanian presisi yang naikkan panen 30%.
Masa Depan Petani Milenial
Generasi Z pegang kendali via app di HP, drone jadi ekstensi tangan untuk agro-bisnis global. Di Samosir, AI prediksi harga panen bantu petani rencana tanam akurat.
Tantangan? Akses di desa terpencil, tapi solusi seperti kemitraan pemerintah-swasta (contoh Halo Robotics-FMC) percepat adopsi.
Bayangkan: ladang Banyumas pakai ini, panen melonjak sambil petani santai ngopi—pertanian bukan lagi keringat deras, tapi strategi cerdas.


Leave a Reply